strategi pembangunan kependudukan indonesia

2014 Tahun Strategis Pembangunan Kependudukan Indonesia


 Tahun 2014 adalah tahun yang strategis bagi BKKBN untuk menentukan langkah kebijakan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana ke depan.
Sebab ini adalah tahun terakhir pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014 program KB.
“Kita akan bawa kemana BKKBN ke depan, saatnya sekarang kita tentukan,” papar Kepala BKKBN Fasli Jalal dalam keterangan terkait Rakernas BKKBN 2014 bertema Program Kependudukan Menjadi Titik Sentral yang akan digelar 12-13 Februari 2014, Jumat (7/2).
Selain itu, tahun ini juga menjadi tahun pertama ditetapkannya sistem jaminan sosial nasional (SJSN-BPJS) Kesehatan. Sehingga akan berpengaruh pada sistem pelayanan KB di lapangan.
Oleh karena itu lanjut Fasli BKKBN diharapkan mampu menformulasikan berbagai dasar kebijakan dan strategi pembangunan kependudukan dan KB pada RPJMN dan rencana strategis (renstra) BKKBN selanjutnya yaitu tahun 2015-2019.
Renstra BKKBN tahun 2010-2014 yang kemudian dijabarkan dalam rencana kerja pemerintah tahun 2014 itu sendiri  telah menetapkan berbagai sasaran program KB.
Diantaranya adalah angka kelahiran total (TFR) 2,36 anak per wanita usia subur, angka penggunaan kontrasepsi (CPR) sebesar 60,1 persen, angka kebutuhan ber-KB yang tak terpenuhi (unmet need) 6,5 persen, peserta KB baru (PB) 7,6 juta, peserta KB aktif 29,8 juta, peserta KB baru 4,05 juta, peserta KB aktif keluarga miskin 13,1 juta, dan peserta KB menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebesar 27,5 juta.

0 komentar:

Copyright © 2014 KEPENDUDUKAN